Kuhikmati jalanan berliku, berjalan seperti gasing
berputar-putar mengikuti irama belati menari. Selalu
berkuasa di poros waktu. Sepi meraja hati, dingin selalu
tarian angin mengajakku berkatarsis
mengiris-iris habis. Sembahyangku sepi berbilah
Aku tergiris .Menemuimu di penuh ruang dan buku-buku
menjumpaimu banyak jarak berliku, rekomendasi nota dan resi
berlembar hari penuh catatan beku. Penat tubuh limbung sudah
sunyi di kerajaan sepi, kau kutunggu tak jua mengerti
sebilah keris lama menanti untuk kita perbincangkan
untuk senjata makan tuan atau sebuah cinderamata tuan-tuan
setumpuk proposal telah diajukan, jadi kartu dan dadu di meja judi
bertaruh ada dan tiada, menang atau perubahan. Kita menanti
sunyi hati. pelataran bunyi. juga penantian sepi
meranggas diri ini dengan dada penuh belati dan anak panah
menikam jam-jam kerjamu mengepung waktumu
di mesin birokrasi sunyi.
10
Pages
Birokrasi Sunyi
Jumat, 08 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
http://static1.freebitco.in/banners/468x60-3.png
Top Post
Arsip
Gurit Dermayon

0 komentar:
Posting Komentar